IMPLEMENTASI HAK PENDIDIKAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PERKAWINAN DIBAWAH UMUR

Authors

  • Nyulistiowati Suryanti Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
  • Sonny Dewi Judiasih Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
  • Deviana Yuanitasari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

Abstract

Perkawinan di bawah umur merupakan fenomena sosial yang marak terjadi di negara berkembang. Perkawinan  bawah umur adalah fenomena sosial dan lebih umum terjadi pada daerah rural dibandingkan dengan di daerah urban. Meski perkawinan di bawah umur dapat juga dilakukan oleh anak laki-laki, tetapi pada umumnya perkawinan di bawah umur lebih banyak terjadi pada anak perempuan. Kemungkinan berhentinya pendidikan anak yang melakukan perkawinan dibawah umur disebabkan karena siswa sebagai peserta didik instansi sekolah terikat dengan aturan tata tertib yang diberlakukan di sekolah dan setiap siswa harus patuh terhadap aturan dan tata tertib yang berlaku. Salah satu dasar pembuatan tata tertib sekolah ialah instruksi dari dinas pendidikan, di Kota Bandung arahan tersebut tercantum pada Peraturan Walikota Bandung No. 15 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Pasal 18 ayat (2) huruf d mengatur bahwa kewajiban satuan pendidikan ialah melaksanakan penegakan tata tertib sekolah agar menjamin terciptanya suasana kondusif yang sesuai dengan etika dan norma-norma pergaulan, tingkah laku dan penampilan bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini, pada SMP tidak ada aturan tertulis bahwa peserta didik yang menikah akan dikeluarkan pun  tetapi pada praktiknya sekolah-sekolah formal tidak dapat menerima apabila ada peserta didiknya yang hendak menikah. Sehingga, sekolah tersebut akan mengembalikan siswa kepada orang tuanya dan memberi alternatif-alternatif pilihan pendidikan yang dapat dipilih oleh peserta didik dan orang tua. Sedangkan, pada SMA aturan dilarang menikah tersebut dicantumkan secara tertulis pada tata tertib dan buku saku yang dimiliki oleh para siswa pada saat diterima sebagai peserta didik. Apabila siswa hendak menikah maka siswa akan diberitahu bahwa resiko dari melakukan perkawinan di bawah umur adalah tidak dapat diterimanya siswa untuk meneruskan pendidikan Diperlukan aturan yang jelas terkait dengan praktik perkawinan bawah umur dan kesamaan aturan di SMP dan SMA agar tidak terjadi perbedaan istilah  dan pemahaman, sehingga murid-murid yang merupakan anak-anak ini dapat terpenuhi hak pendidikannya.

Kata Kunci: Hak Pendidikan, Anak Perempuan, Pernikahan di Bawah Umur

 

Underage marriage is a social phenomenon that is rife in developing countries. Child marriage is a social phenomenon and is more common in rural areas than in urban areas. Although underage marriages can also be carried out by boys, in general, underage marriages are more common in girls. The possibility of discontinuing the education of children who engage in underage marriages is due to the fact that students as students of school institutions are bound by the rules and regulations that apply to schools and every student must comply with the applicable rules and regulations. One of the basis for making school rules is an instruction from the education office, in the city of Bandung the directive is stated in the Bandung Mayor Regulation No. 15 of 2008 concerning the Implementation of Education. Article 18 paragraph (2) letter d stipulates that the obligation of the education unit is to enforce school rules in order to ensure the creation of a conducive atmosphere in accordance with ethics and social norms, behavior and appearance for students in the education unit. The conclusion of this study, in junior high school there is no written rule that students who marry will be expelled but in practice formal schools cannot accept if any of their students want to get married. Thus, the school will return students to their parents and provide alternative educational options that students and parents can choose from. Meanwhile, in high school the rules for prohibiting marriage are listed in writing on the rules and pocket books owned by students when they are accepted as students. If students want to get married, students will be told that the risk of underage marriage is that it is unacceptable for students to continue their education. Clear rules are needed regarding the practice of underage marriage and the similarity of rules in junior high and high school so that there are no differences in terms and understanding, so that students who are children can have their education rights fulfilled.

Keywords: Right to Education, Girls, Underage Marriage

Downloads

Published

2022-07-10